audiovideo.co.id

YOU ARE HERE: Home

Pengertian Audio di Recording

E-mail Print PDF

Pengertian Kompressor
Pada dasarnya kompressor digunakan untuk mengatur dinamika daripada sebuah instrument supaya menjadi lebih stabil. Saat kita bermain musik misalnya drum, terkadang dipukulnya rada kuat dan terkadang rada lambat. Atau juga saat singer menyanyi, tiba2 singer nyanyinya rada kencang kemudian lembut lagi. Nah kompressor digunakan untuk membuat dinamika menjadi lebih stabil dan ekspresinya tidak terlalu lebar. Dengan kata lain kompressor prinsip kerjanya sama seperti fader. Terkadang agak sulit untuk mengatur balancing expression dengan menggunakan fader, tetapi ada juga Sound Engineernya yang lebih memilih menggunakan fader daripada kompressor (tergantung selera masing2).

Contohnya salah satu mantan Sound Engineer Pynk Flloyd yang aku kenal, menggunakan fader untuk mengatur dinamika vokalis daripada menggunakan kompressor. Biar gampang orang2 sering menggunakan kompressor. Terkadang juga kita mengkombinasikan antara kompressor dan fader. Ini kembali lagi ke keputusan Sound Engineer.
Kompressor pada dasarnya terdiri atas beberapa bagian:
1. Attack
2. Release
3. Ratio
4. Threshold
5. Ouput
6. Attenuation

ATTACK

Berapa cepat waktu yang dibutuhkan untuk mengaktifkan kompressor. Satuan yang digunakan normalnya adalah ms, tetapi ada juga yang menggunakan second. Kalo kita mengeset attack = 0ms artinya tidak ada attack karena sinyal yang diterima langsung dikompress. Kompressor dengan attack time 0ms membuat sound terasa tumpul karena tidak ada attack sama sekali. Kalo pengen attack lebih banyak maka perlambat attack time.


RELEASE
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengkompress sebelum melepaskan efek kompressor untuk kemudian mengkompress kembali. Kalo release time terlalu singkat maka sinyal belum dikompress dengan baik, eh udah dilepas. Akhirnya ntar bunynya seperti pumping (dipompa). Kalo release time terlalu lambat, sinyal bakalan udah terkompress kembali padahal belum dilepas. Jadi kita harus hati2 dalam mengkombinasikan antara attack dan release time. Satuan yang digunakan adlah ms atau sec.


RATIO
Perbandingan sinyal yang masuk dan keluar. Ratio dimulai dari 1:1 sampai unlimited. 1:1 berarti setiap kali sinyal melewati threshold sebanyak 1dB maka outputnya juga 1dB. Kalo ratio 2:1 berarti setiap kal sinyal melewati threshold sebanyak 2dB maka outputnya cuma 1dB (karena 2:1 ratio). Semakin tinggi ratio perbandingan akan membuat fungsi kompressor berubah menjadi limiter. Saat ratio menyentuh angka 10:1 maka kompressor mulai berubah fungsi menjadi limiter. Makanya sering kita melihat plug ins atau outboard gear yang bertuliskan Compressor/Limiter. Jadi kalo kamu pengen menggunakan limiter tetapi tidak memiliki limiter maka boleh menggunakan kompressor sebagai limiter.


THRESHOLD
Level dimana kompressor mulai aktif. Level ini biasanya mulai dari 0dB sampai dengan unlimited. Kalo kita mengeset threshold pada posisi 0 artinya kompressor akan mulai bekerja saat sinyal menyentuh angka 0dB. Jadi kalo sinyal baru menyentuh dibawah angka 0 maka kompressor tidak akan bekerja. Level daripada threshold tergantung daripada selera Sound Engineer. Semakin rendah levelnya maka semakin cepat pula kompressor diaktifkan.


OUTPUT
Ini boleh dikatakan sebagai gain. Terkadang kita sudah menaikkan fader hingga maksimum tetapi sound terasa masih kurang kencang. Kita dapat menggunakan output daripada kompressor untuk menaikkan level volume biar lebih kencang.
ATTENUATION
Dinamakan juga Gain Reduction. Gain reduction berfungsi untuk melihat berapa dB sinyal yang telah terkompress setiap kali sinyal menyentuh threshold. Semakin tinggi dBnya berarti semakin banyak sinyal yang terkompress dan suara akan terasa semakin tergencet.

Bagaimana cara mengeset ATTACK – RELEASE – RATIO – THRESHOLD???

Tidak ada cara yang paten karena semua ini kembali ke telinga kita masing2. Tetapi tips yang bisa saya bagikan dari pengalaman dan belajar selama ini ada beberapa:
FAST TEMPO = Fast Attack – Fast Release.
MEDIUM TEMPO = Medium Attack – Medium Release.
SLOW TEMPO = Slow Attack – Slow Release.
Tips ini tidak selamanya berfungsi untuk semua lagu oleh karena itu kita harus selalu menggunakan telinga kita. Untuk ratio, boleh dimulai dari 2:1 dan dari sana coba didengar apakah it sounds good atau perlu ratio yang lebih tinggi.
Mana yang harus diset lebih dahulu, apa ratio, threshold, attack release??? Jawabannya IT’S UP TO YOU. Kalo kebiasaan saya, saya suka mulai dari attack, release, ratio, dan threshold. Kemudian didengar bunyinya dan pelan2 satu persatu mulai disesuaikan dengan style lagu dan target akhir yang ingin dicapai.
Saat recording tidak mungkin terjadi over kompress kecuali kalo kita mengirimkan sinyal dari preamp masuk ke kompressor terus dikirim ke DAW. Jadi sinyal kompressor bakalan diprint di DAW. Sinyal yang sudah terkompress ini tidak bisa diubah lagi so you gotta watch out what you are doing here. Mengenai drumnya, mungkin karena MIDI makanya suara drum terdengar rada aneh…sorry about that.
Biasanya di Audacity udah terdapat preset2. Ada baguanya menggunakan preset, terkadang cocok dan terkadang tidak. Apakah salah menggunakan preset? Not at all. Saya tahu famous World Class Sound Engineer yang selalu menggunakan preset and it sounds good. Jadi semuanya kembali ke taste dan tehnik masing2 orang.


Last Updated ( Wednesday, 26 October 2011 07:30 )  

Kamus

kamusKamus Audio Video Informasi tentang kamus, istilah seputar dunia audio video . Lanjut..