audiovideo.co.id

YOU ARE HERE: Home

Headphone Amplifier 6BX7

E-mail Print PDF

Seperti halnya merakit amplifier stereo biasa, banyak alternatif tabung  yang bisa digunakan untuk merakit sebuah headphone amplifier berkelas high-end. 

Saya pribadi telah coba bereksperimen menggunakan beberapa tabung untuk headphone amplifier; 12BH7, 6DJ8, 5842, 6SN7, 12B4, 6BX7, EL84, 6C45, dengan konfigurasi  aikido mapun konfigurasi favorit saya; single-ended.  Semua tabung tersebut memiliki sound signature tersendiri, tentu saja.  Namun yang paling masuk keselera saya adalah 6BX7.  Meski tak se-linear 6SN7, namun tabung ini memiliki tonal balance yang lebih baik, dan seperti halnya 6SN7… memiliki efek dimensi dan ruang yang sangat bagus.  6BX7 tidak seakurat EL84 dan 6C45 namun karakter suaranya lebih menyenangkan (pleasurable) untuk didengarkan berlama-lama menurut saya.  Alasan lain yang juga penting bagi seorang DIYer, tabung produksi lama dari 6BX7 ini masih banyak tersedia dan dengan harga yang sangat terjangkau.  Saya pribadi berharap tak banyak pabrikan menggunakan tabung iniu ntuk headphone amplifier, supaya harganya tetap murah.  Banyak headphone amplifier Cina lebih memilih menggunakan 6N11 (6DJ8) buatan Cina yang  juga sangat murah, namun dari beberapa yang pernah saya coba, tak ada yang memiliki kualitas suara seperti yang saya harapkan.

Desain Aikido vs Single-Ended

Desain Aikido oleh John Broskie sangat populer di kalangan DIYer belakangan ini dan Aikido headphone amplifier dengan tabung 6BX7 rancangan Broskie secara teknis memang sangat menjanjikan, apalagi dengan tabung 6SN7 sebagai driver (perhatikan contoh skema terlampir).  Namun ada satu hal yang sangat mengganjal bagi saya… desain ini menggunakan kapasitor kopling bernilai besar di bagian keluarannya, dan itu berarti Anda “terpaksa” harus menggunakan Elco, satu komponen yang sangat dihindari untuk jalur sinyal audio oleh para DIYer bertelinga emas. Dari beberapa pengalaman saya merakit  amplifier maupun pre-amplifier dengan desain aikido, biasanya menghasilkan karakter gesit dan bersih mendekati solid-state amplifier. Tapi saya tak ingin merakit sebuah perangkat tabung yang berkarakter mendekati perangkat solid-state. Saya hanya menginginkan perangkat tabung yang benar-benar bersuara sebagaimana layaknya tabung elektron.  Maka, desain single-ended dengan menggunakan output transformer tetap menjadi favorit saya, tak terkecuali untuk keperluan merakit sebuah headphone amplifier bermutu tinggi.

Headphone Amplifier 6BX7

Rancangan Headphone Amplifier

Dari beberapa kesempatan browsing di internet, saya menemukan sebuah skema amplifier single-ended dengan tabung 6BX7 sebagai “jantungnya” (lihat skema terlampir). Skema ini sangat menarik karena cukup sederhana, dan dengan mudah bisa kita modifikasi menjadi sebuah headphone amplifier bermutu high-end.

Headphone Amplifier 6BX7Modifikasi pertama yang harus dilakukan adalah mengganti output transformer Tango H-5S pada skema tersebut.  Kita membutuhkan sepasang output transformer dengan impedansi sekunder yang sesuai dengan headphone yang kita gunakan, dalam hal ini bervariasi dari 32 ohm hingga 600 ohm. Sebetulnya, penggantian satu jenis komponen ini saja sudah cukup untuk menjadikan desain amplifier 6BX7 tersebut menjadi sebuah headphone amplifier. Saya akhirnya memutuskan untuk menggunakan impedansi sekunder 300 ohm,  sedangkan impedansi primer tetap menggunakan 5 kilo ohm.

Jika memperhatikan spesifikasi teknis (data sheet) tabung 6BX7, dan mengingat setiap kanal menggunakan dual-triode 6BX7 secara parallel, maka idealnya output transformer yang digunakan memiliki impedansi primer 2K hingga 3K ohm untuk menghasilkan output sekitar 4 watt murni per channel. Namun saya memilih menggunakan impedansi primer 5K ohm untuk mendapatkan distorsi yang lebih rendah dan respon bass yang lebih baik, meski dengan “harga” penurunan daya keluaran menjadi sekitar 2 watt saja per channel. Toh daya keluaran 2  watt sudah lebih dari cukup untuk sebuah headphone amplifier.  Kualitas output transformer sangat menentukan mutu sebuah single-ended amplifier.  Anda bisa menggunakan Electra Print atau Lundahl untuk mendapatkan mutu suara yang sangat baik.  Tentu saja Anda juga bisa memilih output transformer buatan lokal asal bermutu cukup baik dan yang pasti akan menghemat biaya proye kini.

Modifikasi kedua yang saya lakukan adalah merubah bagian catu daya, yang sebelumnya menggunakan diode murmer 1N4007, menjadi sebuah tube rectifier dengan tabung 6X5.Ya, saya tidak mau karakter suara 1N4007 mengurangi kualitas headphone amplifier ini. Jika Anda ingin tetap praktis menggunakan solid state diode, saya sarankan menggunakan jenis ultra-fast diode yang bermutu jauh lebih baik dibanding 1N4007.  Karena menggunakan 6X5,  maka dibutuhkan trafo daya dengan keluaran 5 volt juga, untuk keperluan filament tabung 6X5.  Karena menggunakan tabung 6X5, maka kapasitor C3 pada skema perlu disesuaikan menjadi 47uF/400V, sedangkan C4 saya ganti menjadi 270uF/400V. Hasil akhirnya, catu daya ini menghasilkan 276 volt DC, cukup ideal untuk memasok tegangan listrik DC yang dibutuhkan 6BX7.

Modifikasi ketiga, adalah membuang kapasitor bypass C2 pada rangkaian driver. Tanpa kapasitor bypass tersebut masih cukup menghasilkan gain yang dibutuhkan rangkaian ini untuk men-drive sebuah headphone. Satu keuntungan lainnya adalah kita menghilangkan kolorasi suara yang bisa dihasilkan Elco yang biasa digunakan di posisi tersebut.  Ya, rule of thumb-nya adalah tanpa Elco di jalur sinyal audio selalu lebih baik.

Bagaimana dengan pilihan tabung?  Sebisa mungkin gunakan tabung produksi lama di sini, mengingat kualitas suaranya yang lebih baik ketimbang tabung tabung produksi masa kini.  Saya menggunakan 6BX7 buatan General Electric, sedangkan 6X5 buatan Brimar.  Untuk posisi driver saya memilih Brimar CV4024 (ECC81 versimiliter).  Untuk soket tabung saya merasa cukup menggunakan soket keramik, belum merasa perlu penggunaan soket teflon untuk proyek kali ini, mengingat perbedaan kualitasnya terlalu tipis jika dibanding beda harganya.  Sebagai kompensasi, untuk sasis saya menggunakan full-alumunium yang dikenal memiliki ketahanan terhadap gangguan resonansi, EMI, dan RFI yang cukup baik dibandingkan sasis dari plat besi.

Headphone Amplifier 6BX7Pilihan coupling capacitor dan resistor ternyata juga menentukan karakter suara headphone amplifier ini. Saya mencoba berbagai kombinasi pada skema ini, dan yang paling pas bagi selera saya adalah penggunaan Riken untuk R2, IRC untuk R5, Allen Bradley untuk R1, dan Takman metal film untuk R3. Sedangkan untuk VR1 saya lebih menyukai Noble 100K yang bersuara “lebih basah” dibandingkan blue ALPS.  Untuk C1 saya memutuskan menggunakan paper in oil capacitor buatan Western Electric. Jika sulit menemukan kapasitor vintage ini, penggunaan Audio Note atau Jensen PIO juga memberikan hasil yang sangat memuaskan.  Khusus untuk bypass capacitor pada 6BX7 (C6), saya menemukan bahwa penggunaan elco lama buatan Philips (470uF/40V) memberikan karakter suara yang lebih rileks dan menyenangkan ketimbang BlackGate dan ElnaCerafine.

Rancangan Final dan Uji Dengar

Seluruh skema dibangun dengan metode point-to-point hand-wiring yang meskipun terlihat tidak serapi penggunaan PCB tetapi memberikan hasil suara yang lebih baik. Sebagai pembanding saya gunakan headphone amplifier merk“X“ yang cukup terkenal, seharga tak kurang dari 11 juta rupiah.  Beberapa headphone amplifier solid-state buatan USA maupun Cina juga saya gunakan sebagai pembanding. Musik saya mostly adalah jenis vocal audiophile dan beberapa musik jazz dan blues.

Headphone Amplifier 6BX7Hasilnya, 6BX7 headphone amplifier ini benar-benar sangat memuaskan.  Hum level yang biasa terdapat pada tube amplifier juga masih di batas toleransi, bahkan jauh lebih rendah dibanding hum level pada amplifier impormerk “X” tersebut.   Kualitas suaranya pun jauh lebih baik dari pada semua headphone amplifier yang saya gunakan sebagai pembanding.

Belum puas dengan itu, saya mencoba modifikasi lebih lanjut dengan melepas bypass capacitor C6.  Saya mendapatkan karakter suara yang lebih forward, lebih open dan lebih detil, dengan respon bass yang sedikit berkurang dibanding sebelumnya.  Namun saya lebih prefer karakter suara headphone amplifier ini saat menggunakan C6, lebih rileks dan menyenangkan. Saya benar-benar puas dan merekomendasikan headphone amplifier ini jika Anda seorang DIYer.

Penulis : Arif Wicaksono (CEO Tubelover)

Headphone Amplifier 6BX7

Perangkat Pendukung

Grado SR80i HeadphoneAudio Aero Capitol Reference CD Player

 

Kamus

kamusKamus Audio Video Informasi tentang kamus, istilah seputar dunia audio video . Lanjut..