audiovideo.co.id

YOU ARE HERE: Home Reviews iTube MK II, Hybrid Valve Amplifier

iTube MK II, Hybrid Valve Amplifier

E-mail Print PDF

iTube MKII, Fatman

Rasanya setelah mendengar I Tube beberapa waktu dan telah melihat sosoknya yang cantik di beberapa majalah Audio terkemuka.

Dengan design Inggris yang dibuat di China, maka jangan takut dengan harganya yang terjangkau.  Selain itu, buang jauh-jauh bahwa amplifier buatan China kurang bermutu.

Selain design yang cantik dan rapih, paket untuk I Tube MK II datang dalam satu kardus yang lengkap termasuk kabel-kabel  yang dibutuhkan pada sebuah amplifier integrated. Jangan lupa, dalam paket ini dilengkapi dengan iPod dock.  Ini menyiratkan bahwa I Tube amplifier yang tahu kebutuhan konsumen saat ini (iPod dock).  Tak hanya IPod dock, I Tube MK II juga telah dilengkapi dengan sepasang speaker mungil yang sangat cantik penampilannya.

I Tube MK II merupakan Integrated  Amplifier Hybrid. Maksudnya, amplifier ini memakai Tabung pada penguat pertama, selanjutnya dibagian penguat akhir memakai Transistor. Makanya dengan mudah I Tube mempunyai power 25 watt perkanal.  Sebagai input, I Tube MK II menggunakan tabung 6N1.

Bagi penggemar musik berumur menengah (35-45 thn), design masih acceptable (cantik).  Namun untuk anak muda, mungkin design ini kurang compact/ringkas.

Tak memakan waktu yang lama untuk melakukan setup amplifier I Tube MK II.  Cukup sederhana bagi penggemar audio.  Setelah beberapa saat I Tube MK II dipanaskan, inilah saat mendengarkan I Tube MK II.  Pada sesi pertama, digunakan CDP Cambridge Azur 650C  dengan kabel interconnect  Canare standard.

Lagu pertama adalah dari album Diana Krall “from this moment”, yaitu It could happen to you.  Suara alat tiup terdengar transparent, lepas tak berkabut. Suara Diana terasa hangat, ditengah, didepan alat musik dan hangat.  Sayangnya agak sedikit laidback bila dipasangkan dengan speaker bawaan I Tube. Sapuan simbal sangat baik, hanya pada bass agak kurang rendah.

Album kedua untuk menguji I Tube MK II adalah Bob Dylan dalam album “ Modern Times”.  Lagu kedua dalam album Modern Times adalah “ Spirit on the Water”.  Lagu ini bertempo rendah, santai, lembut. Suara Dylan yang serak agak cempreng enak mengalir dengan relaks. Biasanya album ini nada bass nya cukup tebal, di system I Tube agak naik.  Pada lagu berikutnya “ Someday Baby” , ritme yang cepat tersaji dengan sangat baik oleh I Tube. Semua ke khasan dari album ini lengkap adanya  yang berkurang hanya dibagian bass. Mungkin ini menandakan bahwa speaker bawaan dari sistim I Tube MK II kurang sensitive alias agak berat.  Jika anda punya speaker yang lebih sensitive, mungkin akan mendapat kualitas yang lebih lengkap.

Selanjutnya, ingin rasanya mendengarkan Rolling Stones dari album “Bridges to Babylon” dengan  lagu “Anybody Seen My Baby?” . Gebukan bass drum memang tak terlalu berat-sedang sedang saja. Suara  Mick Jagger terdengar renyah dan mengasikkan. Petikan gitar Keith Richard dan Ronny Wood terdengar sangat bening transparan. Rekaman Bridge to Babylon memang agak kasar seperti album Rolling Stones pada umumnya, tapi detail, ritme tetap terjaga oleh I Tube.

Album berikut untuk mencoba I Tube MK II adalah Cincinnati Pops Orchestra album “Ein Straussfest”. Sebagai  catatan, rekaman album ini agak kurang “gain”, artinya perlu Volume yang extra untuk dapat mendengarkan dengan “enak”.

Mari kita dengarkan lagu “Radetzky March Op. 228”. Lagu mars ciptaan Strauss terdengar gegap gempita mengelilingi ruangan dengar dengan staging yang lebar.  Bayangan ruang konser tercipta dalam benak kita. Posisi pemain musik sangat jelas.  Layer demi layer tersaji cukup rapi. Saat nikmat rasanya mendengarkan musik klassik dengan I Tube.

Saatnya mendengarkan musik jazz.  Miles Davis dala album “ Cool and Collected”.  Lagu pertama dalam album tersebut adalah “So What”. Lagu ini punya tempo menengah atau tak terlalu cepat.  Ciri lagu ini adalah tiupan Trumpet Miles,  Alto Sax oleh Julian “Cannonball” Adderly dan Tenor Sax oleh John Coltrane.  Ketiga alat tiup ini terdengar sangat warm khas tabung.  Tak ada suara yang melelahkan telinga.

Sesi berikutnya adalah bagaimana jika kita menggunakan IPod dock ?.  Data Musik yang ada dalam IPod menggunakan MP3. Kesan saat menggunakan IPod adalah terasa staging musik menyempit, kurang detail.  Walaupun berbeda jauh dengan CD Player, untuk mendengarkan musik masih sangat baik. Terlebih lagi jika hanya digunakan diruang kerja atau kamar tidur.

Secara keseluruhan  amplifier Tube MK II sangat menjanjikan untuk mendengarkan musik dengan kualitas Hi-End dengan harga terjangkau. Andaikan I Tube MK II memberikan  speaker yang lebih “sensitive”, pasti jadi sistim yang lebih hebat.

itube mkII, hybrid valve amplifier

Rating :

Reviewer : Arif Hidayat


itube mkII, fatman

iTube MKII, Fatman

iTube MKII, FatmaniTube MKII, Fatman

iTube MKII, FatmaniTube MKII, Fatman

Perangkat pendukung ujicoba

Cambridge Audio Azur 650 C


 

Kamus

kamusKamus Audio Video Informasi tentang kamus, istilah seputar dunia audio video . Lanjut..