audiovideo.co.id

YOU ARE HERE: Home Reviews Fatman Carbon Trinity.

Fatman Carbon Trinity.

E-mail Print PDF

Saat membuka kemasan kardus Fatman, tak ada perbedaan yang mencolok dengan Fatman I Tube MK II. Setalah terbuka, nyatanya Carbon Trinity (CT) lebih ringkas daripada MK II. Dock telah menyatu, tak terpisah seperti pada MK II. Tampilan CT dengan warna dominan hitam mengkilap tampak rapih  dan menawan . Seperti MK II, CT telah dilengkapi dengan sepasang speaker 4 inch yang lengkap dengan kabel sebuah sistim audio.

Tombol sebelah kiri adalah selector input yang terdiri dari Dock, USB DAC, Line dan Aux. Tombol on-off terletak ditengah dengah Led hijau. Tombol Volume terletak sebelah kanan.  Bagian atas sebelah kiri adalah Dock dengan pagar stainless stell yang elegance.  Bagian tengah berupa lingkaran mangkuk terbalik adalah Power Supply.  Bagian kanan atas ada tiga buah tabung 6E2 sebagai Led indicator signal. Dibelakang 6E2 ada dua buah tabung 6N2 sebagai input.

Bagian belakang ampli hybrid CT 2 X 25 watt, terlihat sepasang speaker outputs, voltage switch, AC power input, S-video/TV outputs, Line inputs, USB input dan  yang paling menarik adalah Sub Output! Paket CT sama seperti Fatman MK II. Semua kebutuhan kabel telah lengkap termasuk sepasang speaker bookseft 4 inch.

Setelah set kabel selesai, dan speaker telah terpasang, tiba saatnya mendengarkan CT. Saat tombol power on, lampu hijau berkedip-kedip selama kurang lebih 17 detik. Setelah lampu hijau berhenti berkedip, maka CT siap beroperasi. Kami mencoba CT dengan menghubungkan iPhone 4S pada bagian dock yang telah disiapkan, begitu pula dengan DVD Player Rotel RDV-995 yang telah dihubungkan dengan kabel RCA melalui  line input yang terletak pada bagian belakang CT.  Setelah semua terhubungkan Anda tinggal memilih hendak memainkan lagu dari sumber player yang mana, tinggal memilih selector yang tersedia pada bagian depan kiri, seperti player, USB DAC, Line dan AUX. CD Mark Knopfler ‘Get Lucky” membuka performa CT yang masih gres. Lagu “Remembrance day” terdengar agak sedikit tipis namun dengan detail bagus. Staging sangat baik untuk ukuran ruangan  5 X 7 meter.  Sayangnya speaker bawaan CT kurang mendukung. Bass kurang deep. Ini bisa dimengerti karena diameter  woofer speaker hanya 4 inch. Setelah setengah jam  pemanasan, CT mulai lebih musical. Vocal Mark Knopfler di “ Piper to the end” bertambah warm.

 Lagu selanjutnya, “Habibeda” dari Peter Gabriel – Big Blue Ball. Lagu ini bernuansa padang pasir yang meriah dengan pukulan rebana dan sayatan biola. Penyanyi wanita tampil dengan suara meliuk-liuk. Ampli Hybrid CT tampil dengan dinamik, lincah.

Lagu selanjutnya adalah “Menghitung Hari” karya Melly Goeslaw yang dimainkan dengan piano tunggal oleh Jaya Suprana.  Alunan piano biasa dipakai untuk mencoba suatu system audio. Meski alunan suara piano lagu “Menghitung Hari” adalah sangat sederhana, namun nada-nada piano mempunyai karakter seperti reverb, ketukan. Carbon Trinity mampu menampilkan nada piano yang terdengar dengan cukup natural.

Lagu “Someone Like You” dari Adele dibuka dengan mulus ketukan piano. Vocal Adele 21 keluar dengan sangat open. Vocal Adele yang dinamik dapat disajikan dengan baik oleh CT. Yang sangat menarik dari CT adalah saat memutar “Ancur” dari Iwan Fals. Vocal Iwan yang agak serak tersaji dengan sangat baik. Instrumen music tampil dengan detail yang bagus. Lengkingan Iwan, “ Yaa sudaah laah” keluar dengan mulus.

Setelah mendengarkan “Ancur” Iwan Fals, rasanya hati ingin memutar lagu “So much to say” dari Dave Matthews Band. Dave M band yang memadukan lagu rock dengan iringan instrument music brass yang asyik. Rekaman pada DM Band dalam album “Crash”  terdengar sangat detail. Setiap  layer instrument maupun vocal Dave tampil dengan sangat baik. Sekali lagi CT mampu menyajikan reproduksi music Dave Matthews Band yang rumit tapi enak tanpa menyebabkan kuping lelah.

Ampli Hybrid integrated Carbon Trinity dari Fatman yang ringkas, berhasil menyajikan performa yang baik. CT dengan speaker mungilnya  lebih  cocok untu ruangan kantor atau ruang tidur yang mungil. Jika menginginkan performa yang lebih hebat, saya menyarankan belilah speaker floorstand! Anda akan mendapat suara yang lebih punch! (Penguji Arief Hidayat, Suara Audio)

Spesifikasi

  • Source Inputs: 2x RCA pair, 1x 3.5mm Stereo jack
  • Power Output: 25Wx2
  • Frequency Response: 20Hz - 20KHz (±1.5Db)
  • Harmonic Distortion: ?0.5%
  • Signal-To-Noise Ratio: ?86Db
  • Input Impedance: 47K?
  • Output Impedance: 4?, 8?
  • Valve Type: 1x 6E2 2x 6N2
  • Power Supply: AC100-120V/50-60Hz AC220-240V/50-60Hz
  • Dimensions: (Amp) 374 x 205 x 155mm (WxHxD)
  • Weight (Amp) 5.8 KG
  • Colour : Black
  • Harga berkisar Rp 5,6 juta. Tanpa speaker, 7jt dengan speaker

Rating :


Perangkat Pendukung




 

Kamus

kamusKamus Audio Video Informasi tentang kamus, istilah seputar dunia audio video . Lanjut..