audiovideo.co.id

YOU ARE HERE: Home Reviews Gainclone Black Curse Mini Integrated

Gainclone Black Curse Mini Integrated

E-mail Print PDF

Ada rasa bangga untuk produk lokal dari Vermouth yang tampilan dengan sederhana namun apik dari integraded amplifier Black Curse. Pada bagian depan hanya terdapat tombol volume control dan tombol on-off yang dilengkapi dengan LED berwarna biru sehingga nyaman dipandang mata.

Sedangkan pada bagian belakang, hanya terdapat satu line Input, Binding Post speaker out dan AC plug. Sangat sederhana dan mungil. Setelah sempat berbincang-bincang via email dengan Hendry pemilik Vermouth Audio, informasi yang didapat adalah integrated amplifier Black Curse memang dirancang  sangat simple hanya dengan satu input untuk meminimalisir signal loss pada input selector. Semua kabel internal menggunakan kabel kualitas bagus dari Vermouth karena merupakan salah satu bagian yang paling vital. Pada jalur signal menggunakan audio grade quality parts dan trafo toroidal digunakan untuk menunjang kelistrikan yang lebih stabil.


Sebelum dilakukan uji coba Black Curse Mini Integrated kami panaskan terlebih dahulu sekitar 15 menit utk mendapatkan suara yang ideal.  Lagu pertama dalam uji coba Mark Knopler dengan judul “ Fade to Black”. Petikan gitar Mark Knopler terdengar renyah dan lentur.  Cymbal dalam lagu ini terdengar dengan jelas tanpa kesan metalik dan harsh yang biasa timbul di amplifier yang tidak didesain dengan baik. Black Curse mampu menyajikan warna suara yang natural, akurat dengan staging dan layering yang seimbang.

Kami coba dengan memutar compact disc dari Stan Getz  dengan lagu “Moonlight in Vermont”. Lagu ini diawali dengan sentuhan piano yang terasa nyaman dikuping. Pada lagu “Carcovado (quit nights of quit stars)”, yang dimainkan dengan tempo slow dan tiupan saxophone yang dinamis, Black Curse dapat mengikutinya dengan baik. Pada lagu Yo-Yo Ma dalam album Simply Baroque, “Sie Lob und Pries mit Ehren”, Black Curse sudah menyala lebih dari 1 jam. Presentasi staging dan layering yang didapat semakin baik, demikian pula gesekan Yo-Yo Ma pada Cello terdengar dengan nyaman dan nyata,

Semakin panas, Black Curse akan semakin baik dalam menyajikan music. Hal ini kami rasakan saat dicoba mendengarkan “Scheherazade op-35. The Sea and Simbad’s Ship” karya Nikolai Rimsky-Korsakov (1844-1908) yang dimainkan oleh New York Philharmonic Orchestra dengan koduktor Yuri Temirkanov (RCA-Red Seal). Secara umum  Black Curse mampu menyajikan staging dengan penuh layak di music hall.  Pada lagu pengujian terakhir, Era dengan “Divano”. Lagu dengan speed yang cepat dimana kita bisa menguji kelemahan system seperti dinamika dan control. Black Curse tampil tanpa kedodoran, semua tempo tersalurkan dengan control yang baik.

Amplifier Black Curse dapat memenuhi hasrat bagi pendengar pemula maupun serius. Dan secara keseluruhan Black Curse dapat dikategorikan sebagai amplifier yang all-around, sehingga penikmat musik dapat mendengarkan seluruh koleksi lagu yang dimiliki tanpa harus mempunyai banyak jenis amplifier.

Untuk amplifier yang minimalis, Black Curse tampil dengan relax tanpa merasa ear fatique sehingga dapat didengarkan dalam jangka waktu panjang. Bila anda merasa tertarik dengan Gainclone Black Curse Mini Integrated dapat mencoba menghubungi sinfonia Audio di
0361-227309 bali atau beberapa toko elektronik di daerah Mangga Dua Mall. (Arif Hidayat-Suara Audio)

Spesifikasi
-  30watt @8ohm output per channel
-  Vermouth 7N OCC internal cable for signal
- Vermouth Mini Black Curse for speaker cable out
-  Vermouth Rhodium Binding Post &  RCA Chassis
-  Torodial Transformer
-  Alps Potensio Meter
-  Purely design for maximum result


Sistem Pendukung
-  Rotel RDV-995
-  Amplifier 300B Pushpull - 15 watt
-  Speaker Q Acoustics 1030 floorstand
-  Speaker Kabel Canare Custom
-  Interkonek Vermouth Black Pearl MK II