audiovideo.co.id

YOU ARE HERE: Home Reviews Dynaudio Xeo 3 Speaker

Dynaudio Xeo 3 Speaker

E-mail Print PDF

Wireless High-End Active Speaker

Active speaker?  Dua kata itu biasanya langsung menggiring persepsi kita kepada bayangan sistem speaker yang sudah dilengkapi built-in amplifier, dan rata-rata berharga relatif murah namun sekaligus dengan kualitas yang jauh dari definisi high-end audio.

Tetapi Xeo 3 adalah dari Dynaudio, sebuah merk yang berhubungan dengan konotasi high-end dan kualitas tinggi! Dan ini sebuah wireless speaker system, jadi kita tak lagi dipusingkan dengan persoalan memilih kabel dari source ke speaker aktif ini.

Dengan beroperasi secara wireless, maka speaker akan sangat leluasa diletakkan di mana saja, dan memudahkan multi-room set-up. Untuk multi-room set-up, satu transmitter unit bisa menangani 3 set speaker (3 zona). Wireless? Bagaimana mungkin bisa sebagus menggunakan kabel berkualitas tinggi (dan berharga mahal itu) jika harus ada proses konversi sinyal dari source ke sepasang speaker aktif tersebut? Sejumlah pertanyaan pun muncul di benak kami. Sebagai langkah awal Dynaudio memasuki dunia wireless bagi produk speaker mereka, tentu mereka tak akan gegabah mempertaruhkan nama besarnya.


Simple look and impressive!
Xeo 3 merupakan speaker jenis standmounter yang menurut kami lebih layak disebut bookshelf speaker. Ya, dengan ukurannya yang sangat kompak nampaknya lebih cocok diletakkan di atas rak/meja dibanding di atas stand. Dilengkapi sebuah unit transmitter berukuran mungil yang bertugas memancarkan sinyal dari source (sumber sinyal audio/musik) ke unit speaker yang sudah dilengkapi digital signal processing (DSP) plus amplifier berdaya keluaran 50 watt per channel. Kabar baiknya, kita tak memerlukan external DAC, amplifier, dan bahkan kabel-kabel eksotik berharga mahal itu.


Dengan ukuran yang kompak, on-paper specification Xeo 3 juga sangat impresif. Selain daya keluaran 50 watt per channel (murni) yang menurut kami sudah sangat memadai, tanggapan frekwensi 48 Hz-22 kHz sangat impresif untuk speaker seukuran Xeo 3 itu. Di dalam kotak speaker seberat 7,6 kg itu terpasang  soft-dome tweeter ukuran 27mm, dan mid-bass driver ukuran 14,5cm berbahan magnesium silicate polymer buatan Dynaudio sendiri. Di panel depan terdapat sensor wifi yang siap menerima instruksi yang dipancarkan remote control yang juga berukuran kompak dan fungsional.


Di bagian belakang speaker terletak saklar on/off di dekat AC input yang sayangnya berjenis figure-8, bukan standard IEC inlet yang biasa digunakan produk high-end audio. Dengan demikian, tak banyak pilihan jika Anda ingin mengganti powercord standar yang disertakan dalam paket Xeo 3 ini. Untuk unit review kami menggunakan powercord Purple Flare buatan Nordost.

Transmitter unit Xeo 3 juga terlihat simpel dan fungsional, siap menerima berbagai sinyal audio dari berbagai source; CD player, media player, pre-amplifier, DAC, iPad/iPhone/iPod, personal computer, dll. Tersedia koneksi input melalui digital optical input, USB, analog RCA, dan analog aux-in. Sayang tak disediakan coaxial input, tetapi sudah cukup memadai lah. Penggunaan external power supply/adaptor juga berkontribusi terhadap ukuran ringkas transmitter unit ini. Pemasangan/ set-up sangat mudah dilakukan, Anda tak memerlukan seorang ahli di sini.  Saat kami mencoba mengoperasikan remote control, terasa unit speaker sangat responsif dalam menerima instruksi remote control, bahkan dari jarak sekitar 7 meter.


Kualitas Suara

Oke, speaker aktif tanpa kabel, apakah nama besar Dynaudio cukup untuk menjamin kualitas high-end dari Xeo 3? Maka kami siapkan PC notebook, Samsung Galaxy Tab 7.7 dan iPod Touch 4th Gen 64GB dengan sumber musik berformat WAV dan Apple Lossless. PC-notebook terhubung ke transmitter unit melalui kabel USB. Galaxy Tab 7.7 terhubung melalui kabel analog dengan mini jack stereo. Sedangkan  iPod Touch kami pasang ke docking station Cambridge Audio iD100, dan dari sana terhubung ke transmitter unit melalui kabel optik buatan Monster.


Tanpa terasa 4 jam non-stop kami melakukan uji dengar, dan kualitas suara Dynaudio Xeo 3 ini benar benar sangat impresif, terutama jika kita mempertimbangkan bahwa ini sebuah speaker aktif dan menggunakan sistem koneksi wireless (banyak pakar audio meragukan kualitas wireless system yang dipandang tak akan bisa sebaik menggunakan kabel). Tetapi kami merasakan Xeo 3 ini cukup powerful meski hanya berbekal amplifier dengan 50 watt output. Saat volume kami putar kencang pun nada nada bass masih tersalur sangat well-controlled, bahkan di jenis musik klasik maupun rock, gak kedodoran atau apalagi berantakan seperti halnya rata-rata speaker aktif yang pernah kami dengar. Terasa gesit dan dinamis dengan tempo dan timing yang bagus. Bahkan kami bisa menikmati musik-musik mellow berlama-lama “tanpa rasa kantuk”.

Di nada-nada tinggi, Xeo 3 tampil bagus, extended namun tidak melelahkan telinga, menunjukkan kelas high-end yang sesungguhnya meski kami berharap lebih ada refinement di sana. Bagaimana dengan kualitas vokal? Jujur saja, beberapa speaker high-end lain di rentang harga yang sama, menyajikan vokal dengan kualitas yang lebih baik dari Xeo 3 ini. Namun demikian kami dapat menyimpulkan bahwa tonal balance secara keseluruhan Xeo 3 ini berada di above average untuk speaker di rentang harga yang sama.

Lagu High Life dari Jazz at The Pawnshop juga kami nikmati dengan sangat baik, dengan rhythm dan attack yang impresif. Sebagai catatan, kami letakkan Xeo 3 ini kira-kira hanya 20 cm dari tembok belakang. Format MP3 sempat kami coba dan segera terasa penurunan kualitas yang signifikan di berbagai aspek, kami sangat menyarankan format WAV atau lossless format lainnya saat menggunakan Xeo 3.

Dari 3 jenis input yang kami coba, input digital optical yang dipasok oleh iPod Touch + Cambridge iD100 menghasilkan performa terbaik dibandingkan 2 input lainnya. Bahkan seorang awam pun akan dengan mudah merasakan perbedaannya. Input USB melalui sumber PC-notebook memberikan performa lumayan meski terasa resolusi turun lumayan banyak. Input analog yang diwakili Samsung Galaxy Tab 7.7 menghasilkan performa terburuk jika dibandingkan 2 input lainnya, terutama dalam hal resolusi musik. Kami coba gunakan iPod Touch langsung ke analog input dan hasilnya tak menolong. Kami rasa kualitas analog-output stage yang pas-pasan dari iPod maupun Galaxy Tab yang menjadi penyebabnya. Source macam CD player atau pre-amplifier melalui analog input itu mungkin memberikan performa lebih baik.

Sebagai catatan, kami sempat mencoba dan membandingkan Xeo 3 dengan Xeo 5 yang merupakan jenis floorstander. Dengan harga sekitar dua kali lipat, Xeo 5 memang menawarkan kualitas bass dengan volume yang lebih baik, namun kami menilai definisi bass Xeo 3 sedikit lebih baik, dan lebih tight. Kejernihan (clarity) dan detil musik secara keseluruhan, terutama di nada-nada mid juga kami nilai Xeo 3 lebih unggul dibanding Xeo 5. Kami bahkan memutuskan untuk membeli Xeo 3 untuk koleksi pribadi. Para bass-lover mungkin akan lebih memilih Xeo 5, tentu jika tak ada budget constraint. Bigger staging menjadi bonus yang ditawarkan Xeo 5.

Mengganti powercord bawaan Xeo 3 dengan Nordost Purple Flare juga memberikan improvement lumayan. Dengan Purple Flare musik tersalur lebih solid dan berbobot. Mungkin perlu menunggu beberapa puluh jam untuk memberi kesempatan sistem ini mencapai kondisi fully break-in, tetapi penggunaan Nordost Purple Flare ini worth the price, terutama karena Encore menawarkan paket pembelian buy one get one untuk Purple Flare saat membeli Xeo di masa promosi.

Kabar buruknya? Harganya tak murah untuk sebuah sistem speaker aktif! Bahkan tak mudah menemukan speaker aktif lain seharga hampir 20jt-an rupiah. Kami juga merasakan refinement dan musicality tak sebaik seperti halnya “sistem high-end normal”  di level harga yang kurang lebih sama. Tetapi dengan menawarkan convenience of wireless system, bahkan di level kualitas suara yang sangat tinggi untuk sebuah sistem wireless, kami menilai Xeo 3 ini merupakan alternatif yang sangat menarik dan sangat kompetitif terhadap sistem high-end normal di tingkat harga sampai dengan 30 juta-an rupiah. A highly recommended system, but trust your own ears. (AW)

Spesifikasi Teknis:
Frequency response: 48 Hz – 22 kHz
Power consumption: 4 – 76 watt
Power consumption (standby): 0,6 watt (network active)
Power rating: 50 watt
Power supply: 100-230 volt AC
Weight: 7,6 kg
Dimension (W x D x H):  170 x 281 x 262 mm
Finishing: white/black piano lacquer